PWI Sumsel: Tangkap Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan Media Rakyat

AJI Online – PWI Sumsel mendesak Polresta Palembang untuk segera menangkap oknum preman yang melakukan penganiayaan terhadap wartawan Mingguan Media Rakyat di rumah makan Bu Henny Jl. Brigjen Dhani Effendi (Jl Radial) Palembang pada Selasa malam (05/07/2011).
Menurut ketua PWI Sumsel, Oktaf Riady, penganiayaan ini ada hubungannya dengan pemberitaan Media Rakyat yang terbit sehari sebelum penganiayaan Senin (4/7/2011), berjudul Bank Sumsel Babel Segel Asset PT Iki (Istana Kenten Indah). Namun, menurut Oktaf tidak ada yang berkaitan soal premanisme
Akibat penganiayaan ini, empat dari enam wartawan Media Rakyat harus dirawat di Rumah Sakit Muhammad Husein Palembang, yakni
  • Pemimpin Umum Media Rakyat, Asriel Chaniago, mengalami luka tusuk di bagian pinggang
  • Pemimpin Redaksi Rakyat, Herma S Zaldi, mengalami luka bacok di bagian tangan kiri
  • Redaktur Pelaksana, Akmal Kudus, mengalami luka bacok di kepala
  • Syiful Bachri, mengalami luka tusuk di dada dan tangan
Sementara dua wartawan lainnya Reza Bastari (wartawan) dan Nasrullah (layout), mengalami luka memar.
“Selain menangkap para preman, kami meminta pihak kepolisian juga mengejar atau menangkap otak pelaku penganiayaan tersebut,” tegas Oktaf saat aksi wartawan di kantor Polresta Palembang, Kamis (07/07/2011).
Pihak Polresta melalui Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Frido Situmorang. SH.Sik. mengatakan. “Pada saat kejadian kami telah mengecek TKP, dan kami telah mengantongi beberapa nama pelaku penganiayaan tersebut, dan kami telah melakukan pengejaran terhadap pelaku, berdasarkan instruksi Kapolresta Palembang kami telah membentuk TIM khusus untuk melakukan pengejaran dan akan melakukan penangkapan” ujarnya
“Saat ini kami belum dapat mengatakan apakah ada otak pelaku di belakang penganiayaan terhadap wartawan Media Rakyat. Nanti kalau sudah ada penangkapan terhadap pelaku penganiayaan barulah kita akan mengusut otak pelakunya, dan kami akan secara terbuka memberikan informasi kepada wartawan tentang hal ini,” tambahnya.
Seusai berdialog kepada Kasat Reskrim Polresta Palembang, para wartawan menuju kantor DPRD Kota Palembang untuk meminta dukungan terhadap perlawanan terhadap premanisme dan meminta DPRD kota Palembang agar mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.
Wakil Ketua DPRD Kota Palembang, Fahlevi Maizano, didampingi beberapa anggota Komisi I menyatakan, “Kami mendukung penuh perlawanan terhadap premanisme bahkan kami menyatakan perang terhadap premanisme dan mengutuk keras terhadap oknum preman yang melakukan penganiayaan terhadap wartawan media rakyat.”
“Mengenai ini akan kami bawah menjadi agenda rapat untuk kami bahas, dan kami akan mendesak pihak kepolisian untuk mengungkap tuntas kasus ini,” kata Fahlevi. [*] (iir/dpt/aji)
 

0 komentar:

Posting Komentar

Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Palembang. Diberdayakan oleh Blogger.
WordLinx - Get Paid To Click